Islam

7 Bukti Cinta Allah kepada Manusia

bukti cinta allah

Banyak manusia yang buta dengan kebesaran, kekuasaan dan cinta Allah kepadanya. Seringkali manusia lalai dan tidak mau menjalankan perintah Allah. Kondisi ini merupakan salah satu akibat ketidaksadaran manusia atas cinta yang selama ini diberikan oleh Allah. Cinta Allah adalah cinta yang tak terbatas, cinta sebenar-benarnya cinta, tetapi manusia selalu lebih mengutamakan cinta yang ditunjukkan oleh hawa nafsunya. Cinta dunia sifatnya sementara, sedangkan cinta Allah yang abadi dan tiada tara ia abaikan dan dianggap seperti tidak ada.

Pada umumnya, setiap mukmin yang jika ditanya apakah ia mencintai Allah, mereka akan menjawab, “ya, aku cinta Allah”. Tetapi cinta kepada Allah itu sering hanya sampai pada tahap cinta kata-kata dan angan-angan saja, ia tidak melakukan pembuktian atas kata-kata cinta tersebut, tidak menjalankan perintah Allah, melainkan selalu melakukan larangan Allah. Hal seperti inilah yang membuat manusia selalu berjalan pada jalan kesesatan, karena ketika Allah menurunkan ujian, mereka akan berkata bahwa Allah tidak mencintai mereka, padahal ujian tersebut hanyalah peringatan kepada mereka agar kembali kepada Allah, merekalah yang tidak mencintai Allah, merekalah yang selalu lupa pada Allah .

Dalam postingan kali ini, kami akan menyampaikan 7 bukti cinta Allah kepada manusia, semoga tulisan ini dapat mengingatkan kita tentang cinta Allah yang selama ini kita ragukan dan bahkan kita anggap tidak ada. Berikut bukti-buktinya :

  1. Selalu Menerima Taubat

Seseorang yang melakukan perbuatan dosa, akan diberikan jalan oleh Allah untuk memperbaikinya. Jalan tersebut dinamakan dengan taubat. Taubat adalah menyatakan kesalahan diri kepada Allah, menyesal atas setiap dosa yang telah dilakukan dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi (Baca : Hakikat, syarat-syarat dan tanda-tanda orang yang bertaubat ).  Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, karena Allah selalu menerima taubat seorang hamba yang menyesal atas dosa yang telah ia lakukan. Perhatikanlah firman Allah dalam Q.s Mukmin ayat 3.

“Yang mengampuni dosa dan menerima Taubat lagi keras hukuman-Nya. yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).”

Dalam hal ini dijelaskan bahwa cara untuk menghapuskan dosa dan menghidari hukuman Allah untuk mendapatkan karunia-Nya adalah dengan bertaubat kepada Allah, karena Allah lah satu-satunya Zat yang selalu menerima taubat dan mengampuni dosa dan kesalahan kita. Telah banyak kita saksikan kisah-kisah pertaubatan Nabi-nabi, Malaikat, Raja-raja, Orang-orang shaleh seperti Abu Hurairah, yang semuanya bertaubat dan akhirnya mendapatkan ampunan dari Allah. Karena memang tidak ada satupun makhluk yang terbebas dari kesalahan, dan untuk menghapuskannya Allah menyediakan pintu taubat untuk manusia. Tetapi banyak juga kita saksikan orang-orang yang tidak mau bertaubat yang sampai akhir hayatnya masih berada dalam kekafiran dan kesesatan.

  1. Tidak Menyegerakan Azab

Mengapa Allah tidak menyegerakan Azab untuk membinasakan kita ketika melakukan dosa ? jawabannya adalah karena Allah masih memberikan kesempatan untuk bertaubat. Inilah bukti nyata cinta Allah kepada manusia, meskipun telah melakukan berbagai dosa dan kemaksiatan tetapi Allah tidak langsung menghukum kita dengan segera menurunkan Azabnya, Allah memberikan kesempatan untuk memperbaikinya dengan jalan taubat. Bukti cinta yang sungguh nyata, karena betapa banyak dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan tetapi tetap saja belum ditimpakan azab oleh Allah. Maka bersegeralah gunakan kesempatan ini untuk mengakui kesalahan diri dengan bertaubat kepada Allah.

  1. Melipatgandakan Pahala Kebaikan

Orang yang berniat melakukan kebaikan akan diberikan satu pahala kebaikan, dan ketika ia merealisasikan niat tersebut Allah memberikan pahala lagi. Tetapi ketika manusia berniat melakukan kejahatan, Allah belum menghitungnya sebagai dosa, ketika sudah dilakukan baru dicatat sebagai satu dosa, dan jika tidak jadi melalukannya maka akan diberikan satu pahala kebaikan. Inilah bukti cinta Allah, kebaikan yang kita lakukan dilipatgandakan pahalanya, hanya niat saja sudah dinilai sebagai pahala, sedangkan suatu perbuatan baru akan dinilai dosa ketika sudah dilakukan. Memang, jalan untuk mendapatkan pahala sangat banyak sekali, dan mendapatkannya juga mudah.

Bukti Cinta Allah

  1. Memberikan Pahala yang Melimpah untuk Amal-amal yang Sederhana

Kita mengatakan bahwa kita mencintai Allah, tetapi jika dilihat dari perbuatan kita, tidak mencerminkan sikap mencintai sedikitpun. Berbeda dengan ketika Allah mengatakan, “Aku mencintai mereka”, Allah membuktikannya dengan berbagai macam bentuk kenikmatan meskipun kita tidak membalas cinta Allah tersebut.

Untuk menebus kesalahan kita tersebut, Allah menyediakan kesempatan memperbaikinya dengan melakukan amal-amal kebaikan. Banyak sekali amal-amal sederhana yang dapat memberikan pahala yang berlimpah kepada pelakunya. Seperti puasa pada hari Asy-Syura yang dapat dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Shalat lima waktu yang dapat menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan diantara waktu shalat tersebut. Shalat Malam dan masih banyak lagi yang lainnya. Mengapa Allah memberikan jalan yang begitu mudah kepada kita untuk mendapatkan pahala yang begitu melimpah ? Jawabannya adalah karena Allah mencintai kita.

  1. Allah Selalu Meminta untuk selalu berdo’a kepada-Nya untuk memenuhi kebutuhan kita

Dalam hal ini Allah berfirman dalam Q.S Al-Mukmin ayat 60

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Dan Rasulullah bersabda :

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْمَلِيحِ الْمَدَنِيُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ سُبْحَانَهُ غَضِبَ عَلَيْهِ

“Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah dan Ali bin Muhammad keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Waki’ telah menceritakan kepada kami Abu Al Malih Al Madani dia berkata; saya mendengar Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang tidak berdo`a kepada Allah subhaanahu, maka Allah akan murka kepadanya.”(H.R Tirmizi dan Ibnu Majah)

Kedua dalil ini adalah bukti nyata kecintaan Allah kepada kita. Allah menyuruh agar kita selalu berdo’a untuk meminta apapun kebutuhan kita. Masih adakah keraguan didalam hati kita untuk meminta kepada Allah ? Padahal perkataan Allah dan Rasulullah sudah sangat jelas. Meminta dengan berdo’a kepada Allah adalah suatu kewajiban dan seharusnya menjadi kebutuhan kita. Siapa lagi yang sanggup memenuhi kebutuhan kita selain Allah yang maha kuasa atas segala sesuatu, Allah sang pemilik segala kebutuhan manusia. Maka berdo’alah agar kebutuhan kita dipenuhi oleh Allah.

  1. Menyiapkan Surga

Ini adalah bukti cinta Allah yang sungguh luarbiasa untuk manusia. Allah menyiapkan surga sebagai tempat kembali yang paling baik. Surga adalah suatu tempat yang berisi kenikmatan tiada tara, kenikmatan yang bahkan tak pernah terfikir dalam fikiran manusia . Kenikmatan abadi yang disiapkan oleh Allah untuk hamba-Nya yang dicintai-Nya.

  1. Mudah melakukan kebaikan dan Sulit melakukan maksiat

Kemudahan dan kecenderungan untuk melakukan kebaikan adalah fitrah manusia. Sedangkan melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan adalah sesuatu yang bertentangan dengan fitrah  tersebut. Ketika akan melakukan dosa dan maksiat, hati kita akan menolaknya dan akan menimbulkan rasa was-was dan takut sehingga kita akan sulit untuk melakukan dosa yang akan membuat kita menjauh dari Allah. Sebaliknya, ketika ada suatu kesempatan untuk berbuat baik, secara lansung hati akan menggerakkan tubuh kita untuk segera melakukannya, sehingga kita selalu dekat dengan Allah .

Sungguh banyak dan besar kecintaan Allah kepada manusia, cinta yang tanpa batas dan tanpa syarat. Apakah kita masih meragukan cinta Allah setelah mengetahui bukti-buktinya ini? Sungguh, hanya orang-orang yang berfikirlah yang mampu melihat tanda-tanda cinta dan kebesaran Allah. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mampu membalas cinta Allah dengan selalu menta’atinya. Amin

Demikian postingan kali ini, Semoga bermanfaat bagi Anda dan Share agar bermanfaat juga bagi orang lain.

Komentarmu?