OPTIMIS DAN SABAR DALAM MENGGAPAI AMPUNAN ALLAH SWT

OPTIMIS DAN SABAR DALAM MENGGAPAI AMPUNAN ALLAH SWT

Optimis adalah suatu sikap yang selalu merasa yakin bahwa ada hal baik dan menyenangkan yang akan terjadi. Sementara sabar adalah kemampuan diri untuk bertahan dari hal-hal yang tidak baik. Untuk menggapai ampunan dan rahmat dari Allah, manusia harus sabar dan optimis bahwa Allah adalah zat yang maha pengampun. Hal ini sebagaimana Allah sampaikan dalam Q.S Al- Balad ayat 1-10 dan juga dalam Q.s Az-zumar ayat 53 berikut ini :

Isi kandungan QS. al-Balad (90): 1-10

al balad 1-10

Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), (QS. 90:1) dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, (QS. 90:2) dan demi bapak dan anaknya. (QS. 90:3) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:4) Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya (QS. 90:5) Dia mengatakan:”Aku telah menghabiskan harta yang banyak”. (QS. 90:6) Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya (QS. 90:7) Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, (QS. 90:8) lidah dan dua buah bibir. (QS. 90:9) Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. (QS. 90:10)

Dalam Surat Al-Balad ayat 1-10 Allah telah memberikan sangat banyak rahmat kepada manusia. Allah bersumpah demi kota Mekkah dan demi bapak dan anaknya bahwa Ia telah menciptakan manusia dalam kondisi yang susah dan lemah. Kondisi ini seharusnya membuat manusia sadar bahwa ada yang jauh lebih berkuasa dari manusia. Manusia juga bertanya, apakah Tuhan tidak melihat bahwa mereka telah menghabiskan banyak harta. Kemudian dijelaskan bahwa Allah sebenarnya telah memberikan banyak hal kepada manusia, seperti kedua mata untuk melihat, lidah untuk berbicara dan bibir sebagai alat bantu untuk bicara sekaligus sebagai bagian yang memperindah wajah. Semua pemberian Allah ini bisa membawa manusia kearah kebaikan dan sebaliknya juga bisa membawa kearah keburukan, tergantung untuk apa digunakan.

Dalam ayat kesepuluh  Allah menunjukkan kepada manusia 2 jalan, yakni jalan kebaikan dan jalan keburukan. Entah apa yang membuat di antara manusia ada yang lebih memilih dan menyukai jalan keburukan dibandingkan dengan jalan kebaikan padahal Allah sudah memberikan begitu banyak nikmat.

Isi Kandungan QS az-Zumar (39): 53

Az zumar 53

Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (az-Zumar [39]: 53)

Ayat ini merupakan seruan kepada segenap pendurhaka dari kalangan orang-orang kafir dan lain-lainnya agar bertaubat dan kembali kepada-Nya. Juga sebagai pemberitahuan bahwa Allah Swt. mengampuni semua dosa bagi orang yang mau bertobat kepada-Nya dan meninggalkan perbuatan-perbuatan dosanya, betapapun banyaknya dosa yang telah dilakukan dan sekalipun banyaknya seperti buih laut. Kecuali dosa karena syirik karena dosa syirik tidak mendapatkan ampunan selama pelakunya tidak bertobat dari kemusyrikannya. Seorang hamba tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah Swt, bagaimanapun besarnya dosa-dosanya, karena sesungguhnya pintu rahmat dan pintu tobat itu luas.

~Tugas~

Buat atau carilah sebuah kisah tentang orang-orang yang selama hidupnya sering melakukan dosa, tetapi pada akhirnya bertaubat. kisah boleh dikarang sendiri, juga boleh diambil dari kisan Nabi dan sahabat nabi. Tulis di kertas folio/hvs/kertas buku/buku catatan.

 

Komentarmu?