Materi

MENGHINDARI AKHLAK TERCELA BAG.1- HASAD DAN DENDAM

MENGHINDARI AKHLAK TERCELA
(HASAD, DENDAM, GHIBAH, FITNAH DAN NAMIMAH)

 Hasad 

Hasad atau dengki adalah perasaan tidak senang terhadap orang yang mendapatkan nikmat dari Allah. Orang yang memiliki sifat hasad selalu iri hati jika melihat orang lain hidup senang, merasa bahwa yang berhak memiliki segala sesuatu itu hanyalah dirinya sendiri.

Ciri-Ciri Perilaku Hasad

Secara garis besar perilaku hasad dapat diketahui melalui ciri-ciri sebagai berikut :

  1. adanya kebencian dan permusuhan
  2. menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain
  3. selalu ingin menonjol dalam segala hal, dan tidak menginginkan orang lain mengimbangi kedudukannya

Mahluk Allah yang pertama kali memiliki sifat hasad/dengki adalah Iblis. Iblis dengki kepada Nabi Adam as. Karena Nabi Adam diciptakan oleh Allah sebagai mahluk yang terhormat, Iblis iri hati melihat Malaikat bersujud menghormati Nabi Adam . Karena sifat dengki yang sudah melekat pada dirinya, Iblis tidak mau menghormati Nabi Adam, walaupun itu perintah Allah. Oleh sebab itu Iblis di kutuk oleh Allah.

Sifat hasad dan dengki dapat ditimbulkan oleh beberapa sebab :

  1. Tidak bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah, merasa kurang dan tidak puas terhadap nikmat yang dia terima.
  2. Adanya perasaan tidak senang kepada orang lain,
  3. Adanya perasaan tinggi hati, tidak senang jika ada orang yang melebihi/ lebih baik darinya.

Dampak Negatif Hasad dalam Kehidupan Sehari – Hari

Bagi Diri Sendiri

  • menimbulkan perasaan tidak tenang
  • merusak amal kebaikan dan menjadi orang yang muflis
  • memiliki banyak musuh dan sedikit teman
  • banyak menyita waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Bagi Orang Lain

  • akan menimbulkan permusuhan atau renggangnya persaudaraan
  • kehidupan di masyarakat kurang harmonis
  • muncul rasa dendam antar masyarakat
  • timbul tipu daya yang buruk terhadap sesama manusia
  • melahirkan rasa tidak percaya terhadap orang lain

Sifat hasad dapat dihindari dengan cara membiasakan sikap atau perilaku, antara lain :

  1. senantiasa bersyukur terhadap nikmat Allah.
  2. berusaha menyenangkan orang lain
  3. bersikap rendah hati memperkuat persaudaraan dengan didasari rasa saling percaya
  4. memohon pada Allah agar terhindar dari sifat hasad
  5. mengembangkan sifat qana’ah dalam arti menerima apa yang menjadi haknya dan mencukupkan untuk kebutuhannya
  6. menyadari bahwa kelak kenikmatan itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

 

Dendam

Dendam adalah kemauan yang keras dari seseorang atau kelompok untuk membalas kejahatan dari seseorang atau kelompok lain. Kebalikan sikap dendam adalah al-‘Afwu, yaitu sikap berlapang dada dalam memberikan maaf kepada orang yang melakukan kesalahan, tanpa disertai rasa benci di hati, apalagi merencanakan pembalasan terhadap orang yang melakukan kesalahan, meskipun ia sanggup melakukan pembalasan itu.

Ciri-Ciri Perilaku Dendam

Seseorang yang mempunyai sikap pendendam, dalam dirinya memiliki sifat sebagai berikut :

  1. memiliki emosi yang tinggi dan mudah tersinggung;
  2. susah diajak berbicara dengan baik;
  3. suka mengancam terhadap orang yang menyebabkan kecewa;
  4. tidak mudah memberikan maaf kepada orang yang dianggap salah;
  5. tidak mau menerima nasehat orang lain.

Dampak Negatif Dendam

  1. Dapat menimbulkan retaknya hubungan persaudaraan.
  1. Timbulnya rasa saling curiga diantara kedua belah pihak.
  2. Menimbulkan pertikaian akibat kejahatan yang tidak dapat selesai dengan balasan kejahatan.
  3. Semakin menambah rumitnya masalah, sehingga dapat menimbulkan masalah yang baru.

Menghindari Perilaku Dendam

  1. Berusaha untuk selalu memiliki sikap sabar dan berjiwa besar dalam menghadapi masalah.
  2. Tidak membalas suatu kejahatan dengan kejahatan yang lain.
  3. Menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia berpeluang untuk berbuat kesalahan maupun kejahatan.
  4. Menyadari bahwa dirinya sendiri suatu saat mungkin akan berbuat jahat sebagaimana yang telah dilakukan orang lain.

 

-TUGAS-

Cari dan bacalah kisah nabi Yusuf dan saudara-saudaranya di buku maupun internet atau melalui cerita orang tua. Setelah itu tulislah point-point penting dari cerita tersebut beserta dengan pelajaran/hikmah yang bisa diambil dari kisah nabi Yusuf as. dengan saudara-saudaranya.

 

Komentarmu?