Materi

MEMBIASAKAN AKHLAK TERPUJI (TAWADDU’) Bag.2

tawaddu'

Akhlak Terpuji kepada Diri Sendiri
(Tawaddu’)

1. Pengertian dan Pentingnya Tawwadu’

Tawwadu’ berasal dari Bahasa Arab yang artinya meletakkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia Tawwadu’ berarti rendah hati. Yang dimaksud dengan Tawwadu’ adalah sikap dan perbuatan manusia yang menunjukkan adanya kerendahan hati, tidak sombong dan tinggi hati, mudah tersinggung.

Sikap Tawwadu’ sangat penting artinya dalam pergaulan sesama manusia, sikap Tawwadu’ disukai dalam pergaulan sehingga menimbulkan rasa simpati dari pihak lain. Berbicara lebih jauh tentang Tawwadu’, sebenarnya Tawwadu’ sangat diperlukan bagi siapa saja yang ingin menjaga amal shaleh atau amal kebaikannya, agar tetap tulus ikhlas, murni dari tujuan selain Allah. Karena memang tidak mudah menjaga keikhlasan amal shaleh atau amal kebaikan kita agar tetap murni, bersih dari tujuan selain Allah.

2. Perintah mempunyai perilaku Tawwadu’

a. Tawwadu’ di hadapan kedua orang tua, yang ditegaskan pada surat ke 17, Al Isra ayat 24

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil”.

Sikap Tawwadu’ terhadap kedua orang tua ini dalam bentuk rasa hormat yang disertai perasaan kasih sayang. Hal ini mengingat betapa besar kebaikan kedua orang tua kepada anak-anaknya.

b. Tawwadu’ terhadap sesama muslim, yang ditegaskan pada surat ke 26, asy-Syu’ara ayat 215

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman”

Sesama muslim harus ada perilaku Tawwadu’, karena sesama muslim merupakan kesatuan yang saling memperkuat. Sehingga rasa ukhuwah islamiyah umat Islam tidak terputus.

c. Tawwadu’ di saat dalam pergaulan. Sebagaimana disebutkan pada surat ke 31, Luqman ayat 19

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

3. Bentuk-Bentuk dan Contoh Tawwadu’

Tanda orang yang Tawwadu’ adalah disaat seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap Tawwadu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.

Baca juga : MEMBIASAKAN AKHLAK TERPUJI (HUSNUZZAN) Bag. 1

Adapun bentuk-bentuk perilaku Tawwadu’ seseorang antara lain :
a. Menghormati orang yang lebih tua atau orang yang lebih pandai daripada dirinya
b. Sayang kepada yang lebih muda atau lebih rendah kedudukannya
c. Menghargai pendapat atau pembicaraan orang lain
d. Bersedia mengalah demi kepentingan umum
e. Santun dalam berbicara kepada siapapun
f. Tidak suka disanjung orang lain atau keberhasilan yang dicapai

4. Dampak Positif membiasakan sikap Tawwadu’

Dampak positif Tawwadu’ berarti akibat baik dari sikap Tawwadu’. Adapun dampak positif sikap Tawwadu’ antara lain :
a. Menimbulkan rasa simpati pihak lain sehingga suka bergaul dengannya
b. Akan dihormati secara tulus oleh pihak lain sesuai naluri setiap manusia igin dihormati dan menghormati
c. Mempererat hubungan persaudaraan antara dirinya dan orang lain
d. Mengangkat derajat dirinya sendiri dalam pandangan Allah maupun sesama manusia

5. Membiasakan diri berperilaku Tawwadu’

Setelah kalian memahami tentang tawwadu’, ada beberapa perilaku yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain :
a. Menyadari sepenuhnya bahwa setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan yang berbeda
b. Berusaha untuk mengendalikan diri agar tidak menampakkan kelebihan yang dimiliki
c. Melatih diri untuk dapat menghargai kemampuan orang lain,tidak meremehkannya

 

 

Satu pemikiran pada “MEMBIASAKAN AKHLAK TERPUJI (TAWADDU’) Bag.2

Komentarmu?