Materi

Menghindari Akhlak Tercela (Ghibah, Fitnah dan Namimah)

Menghindari Akhlak Tercela

Ghibah, Fitnah dan Namimah

Ghibah

Ghibah artinya mengumpat atau menggunjing yaitu perbuatan atau tindakan yang membicarakan aib orang lain. Pada zaman modern ini, dengan berbagai macam alat informasi yang semakin canggih, perbuatan ghibah pun dikemas sedemikian manisnya. Sehingga para konsumen sebagai pengakses informasi itu menjadi tidak terasa kalau dia sudah terlibat dalam perbuatan ghibah.

Dalil

Artinya : Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan berburuksangka (kecurigaan) karena sebagaian dari berburuksangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang lain dan jangan menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kaum suka memakan daging saudaranya yang suda mati ? maka tentulah kaum merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah seseungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang . (QS. Al-Hujurat : 12)

Sebab-sebab timbulnya ghibah

a. Ingin menghilangkan perasaan marah. Jika telah terlampiaskan marahnya ia merasa puas.
b. Kemegahan diri, seseorang yang ingin dikatakan hebat, dan mewah atau megah.
c. Mengaggap orang lain lemah, rendah dan hina.

Fitnah

Fitnah artinya’: Perkataan yang bermaksud menjelekkan orang seperti menodai nama baik, merugikan kehormatan orang lain.
Firman Allah QS Al-Baqarah 191

Artinya: “ Sedangkan fitnah lebih kejam dari pada pembunuhan”

Sebab-sebab yang menimbulkan fitnah:

a. Berupa tekanan orang atau pihak lain
b. Berupa hukuman
c. Berupa pemberian Allah baik dan buruk
d. Kalah dan menang Senang dan susah dan
e. Berupa anak dan harta .

Dampak Negatif Fitnah

a. Mendapat ancaman Allah SWT. Akan siksa neraka yang sangat pedih
b. Rusaknya kehidupan masyarakat karena adanya kecurigaan antara yang satu dengan yang lain
c. Terpecahnya persatuan masyarakat yang dapat memicu timbulnya beberapa kelompok yang mendukung maupun yang menentang.

Menghindari Perilaku Fitnah

a. Bergaul dengan baik kepada semua orang dan tidak pilih-pilih.
b. Saling mengingatkan apabila pembicaraan sudah mengarah kepada perbuatan fitnah.
c. Mau menyampaikan dan menerima kritik dengan cara langsung dan jelas, kepada yang bersangkutan dan tidak menyebarkannya kepada orang lain yang tidak ada kaitannya.
d. Waspada terhadap informasi dan mencari kejelasan dan kebenaran informasi supaya kita tidak salah dalam mengambil sikap dan keputusan.
e. Harus hati-hati karena fitnah itu sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan pertikaian dan kesalah pahaman, yang akhirnya menimbulkan perpecahan.

NAMIMAH

Menurut bahasa namimah berasal dari bahasa arab yang artinya adu domba. Adapun yang dimaksudkan dengan namimah menurut istilah adalah menyampaikan sesuatu yang tidak disenangi, baik yang tidak senang itu orang yang diceritakan ataupun orang yang mendengarnya. Seringkali terjadi namimah dilakukan oleh orang yang sengaja ingin menimbulkan permusuhan antara seseorang dengan orang lain atau bahkan sifat seseorang yang ingin mencari popularitas diri sendiri diatas penderitaan orang lain.

Dalil

Penyebab timbulnya sifar namimah

a. Ada perasaan tidak senang terhadap orang yang diceritakan.
b. Adanya sifat dengki pada diri seseorang yang menyebabkan ketidak senangan kepada orang lain yang mendapatkan kebahagiaan maupun
kesuksesan.
c. Mencari muka agar orang lain bersimpati kepada dirinya.
d. Gemar berbicara berlebihan, omong kosong atau berbicara tentang hal-hal yang tidak benar.
e. Ada beberapa cara untuk menghindari sifat namimah antara lain :
f. Apabila melihat atau mendengar sesuatu yang disampaikan orang lain itu akan menimbulkan keburukan sebaiknya didiamkan saja.
g. Jangan melayani omongan orang yang suka berkata bohong.
h. Apabila ada berita yang meragukan dari seseorang, agar diselidiki dulu kebenarannya.

Dampak Negatif Namimah

 dapat menyebabkan terputusnya ikatan silaturahmi dan ukhuwah
 menyulut api kebencian dan permusuhan antar sesama manusia.
 merusak tatanan dan ketentraman masyarakat.
 hilangnya ridla Allah Swt dan mendapat murka-Nya.

Menghindari Perilaku Namimah

a. Bagi orang yang mendengar atau menerima kabar, jangan langsung percaya dengan perkataan tersebut.
b. Berusaha untuk menghentikan pemberitaannya. Karena hal itu termasuk kemunkaran, cara mencegahnya dapat melalui lisan, tulisan maupun dalam bentuk yang lain.
c. Membenci perilaku namimah, dan membencinya karena Allah SWT, bukan karena hawa nafsu.
d. Dalam batasan tertentu tidak perlu mengadakan klarifikasi yang akan menimbulkan permasalahan baru.

_TUGAS_

Buatlah masing-masing 1 contoh kasus yang menunjukkan perilaku Ghibah, Fitnah, dan Namimah.

 

 

 

 

Komentarmu?