KISAH KETELADAN NABI MUSA

greimas

10 PERINTAH ALLAH KEPADA MUSA

Rahmadanil.com – Allah menurunkan kitab Taurat kepada nabi Musa. Menurut ahli tafsir, kitab itu berbentuk kepingan batu atau kayu, dan turun secara terperinci dan bertahap. Secara ringkas, Kitab tersebut memuat 10 perintah, yaitu:

  1. Akulah Tuhan, Allahmu. Jangan ada padamu tuhan lain selain-Ku.
  2. Larangan membuat bagimu patung (sembahan) yang menyerupai apapun.
  3. Jangan menyebut nama Tuhan: Allahmu, dengan sembarangan.
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
  5. Hormatilah ayah dan ibumu.
  6. Tidak boleh membunuh.
  7. Jangan berzina
  8. Larangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
  10. Tidak boleh mengingini milik sesamamu (mengingini istri, atau hamba laki-lakinya, atau hamba perempuannya, atau lembunya, atau keledainya, atau hartanya, atau apapun yang dipunyai sesamamu).

MENELADANI SIFAT-SIFAT NABI MUSA As.

Dari Kisah Nabi Musa a.s. Kita dapat meneladani sifat-sifat yang beliau miliki. Adapun beberapa sikap yang perlu kita teladani sebagai berikut :

Pemberani dalam menyampaikan kebenaran

Meskipun Raja Fir’aun adalah penguasa yang sangat kejam dan sewenang-wenang, namun Nabi Musa a.s. tidak pernah takut untuk menyampaikan kebenaran. Beliau tetap menyampaikan kebenaran dengan mengajak Fir’aun untuk menyembah allah Swt. semata. Padahal pada saat itu raja Fir’aun mengaku bahwa dirinya adalah tuhan yang berkuasa.

Baca Juga : Macam-macam alam Ghaib

Taat Kepada Allah

Advertisements

Nabi Musa telah memberi contoh bahwa yang perlu kita sembah dan mintai pertolongan hanya Allah semata. Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dialah yang menciptakan alam semesta ini dan seisinya, dan Zat yang berkuasa atas segalanya. keyakinan kita kepada Allah haruslah bulat.

Ketekunan dalam belajar

Ketekunan beliau dalam menuntut ilmu atau belajar kepada Nabi Khidir. Allah memerintahkannya untuk menuntut ilmu ke tempat yang sangat jauh dan harus sabar serta tekun dalam belajar, meskipun menemui kejadian-kejadian yang aneh. Selain itu, beliau juga sangat patuh dan taat kepada guru yang memberinya berbagai pelajaran

Sikap suka membela yang lemah

Ketika Nabi Musa a.s. tinggal di istana Raja Fir’aun dan mendapati pertengkaran antara keluarga kerajaan Fir’aun (orang Qibti) dan rakyat jelata dari bani Israil, beliau justru membela rakyat jelata dari bani Israil yang lemah. Akhirnya, secara tidak sengaja Nabi Musa membunuh orang Qibti tersebut. Firaun mengusirnya dari kerajaan dan itulah risiko yang harus ia terima. Akan tetapi, Ia tidaklah kecewa karena telah membela rakyat jelata. Beliau tetap berkeyakinan bahwa yang dilakukannya adalah benar. Beliau senantiasa membela rakyat yang tertindas oleh penguasa zalim.

Sabar dalam berdakwah

Allah mengutus Nabi Musa untuk mengajak penguasa agar bertindak lurus, politisi agar menjadi baik, dan orang kaya agar menjadi pemilik harta yang baik. Akan tetapi, ajakannya ditolak. Bahkan, mereka menuduh bahwa Musa ialah seorang penyihir dan pembohong. Padahal, Nabi Musa datang kepada mereka membawa ayat-ayat Allah.

Tonton juga videonya : Kisah masa kecil Nabi Musa

Advertisements

Komentarmu?