Materi

Ancaman Allah Swt. Bagi yang Kikir/Bakhil dalam QS. al-Lail (92): 8-11

Assalamu’alaikum anak-anak, semoga dalam keadaan sehat semua ya. Pada kesempatan kali ini kita akan melanjutkan materi sebelumnya tentang sikap dermawan dan kikir yang terdapat dalam Q.S Al-Lail. Sebelumnya sudah pak Danil jelaskan isi kandungan Q.S. Al-Lail ayat 1-7, sekarang akan dilanjutkan dengan ayat 8-11. Adapun tugas yang akan kamu lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Membaca dan mempelajari materi di bawah ini kemudian tulis point-point pentingnya di buku catatan atau folio.
  2. Membaca Q.s. Al-Lail ayat 8-11, kemudian rekam dan kirimkan menggunakan voice note (pesan suara) di whatsapp grup masing-masing. Pengiriman paling lambat hari kamis (5/11/2020) jam 24.00 wib.

Ayat dan Terjemahan

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, (QS. 92:8)

Serta mendustakan pahala yang terbaik, (QS. 92:9)

Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. (QS. 92:10)

Dan hartanya tidak bermanfa’at baginya apabila ia telah binasa. (QS. 92:11)

Isi Kandungan

Dermawan adalah sikap suka memberi dan berbagi kepada orang lain yang membutuhkan bantuan dan pertolongannya. Bantuan dan pertolongan tersebut bisa berupa tenaga, pikiran dan harta. Sikap dermawan ini harus diiringi juga oleh rasa ikhlas. Sebaliknya, kikir adalah lawan dari dermawan. Seseorang yang memiliki sikap kikir tidak mau mengeluarkan hal-hal yang ia miliki baik berupa tenaga, pikiran dan harta untuk membantu orang lain. Jika memiliki harta kekayaan, ia menimbun harta tersebut untuk dirinya sendiri.

Dalam Q.s Al-Lail ayat 8-11 ini dijelaskan bahwa ada orang-orang yang kikir terhadap hartanya dan merasa tidak membutuhkan Tuhannya. Orang-orang ini juga tidak percaya kepada pahala yang merupakan bekal untuk kehidupan di akhirat. Allah menjanjikan bahwa orang-orang yang kikir ini nantinya akan mendapatkan balasan yang berat, Allah akan memalingkan hati dan penglihatan mereka, Allah juga akan membiarkan mereka bergelimang dalam kesesatan.

Bakhil dalam bahasa arab biasa disebut dengan as syuhha. Sedang dalam istilah adalah bakhilnya seseorang terhadap harta dan segala kebaikan yang ada pada dirinya atau pada orang lain. Bakhil, kikir, dan pelit termasuk perkara yang membinasakan, sebagaimana Rasûlullâh Saw. Bersabda :

“Tiga perkara yang membinasakan (yaitu) kikir (pelit) yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan takjubnya seseorang terhadap dirinya sendiri”.

Isi kandungan Hadis Riwayat Muslim dari Jabir

Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jauhilah (takutlah) oleh kalian perbuatan dhalim, karena kedhaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat. Dan jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena kikir telah mencelakakan umat sebelum kalian, yang mendorong mereka untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan bagi mereka”. (HR: Muslim)

Hadis ini menjelaskan larangan berbuat zalim dan anjuran untuk berbuat adil. Adil artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya serta melaksanakan hak-hak yang wajib. Adapun zalim yaitu meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Keadilan yang paling adil dan yang pokok adalah mengakui dan mengikhlaskan tauhid hanya kepada Allâh Swt. semata, beriman kepada nama-nama dan sifat-sifat-Nya yang baik, serta mengikhlaskan agama dan ibadah hanya kepada Allâh Swt. Kezhaliman yang paling yaitu berbuat syirik atau menyekutukan Allah Swt.

“Selesai“

Komentarmu?